Lembar Project & Lembar Geo

Lembar Social meluncurkan 2 produk baru bernama Lembar Project & Lembar Geo (Geo Project). Kedua produk ini mengambil & mengembangkan fitur dari Lembar Social.
Saat ini Lembar Project sudah dapat diunduh di Google Playstore , dapat diakses di web https://project.lembarsocial.com dan menggunakan aplikasi desktop (Windows) yang dapat diunduh disini

Fasilitas yang ditawarkan di Lembar Project antara lain :

  • Project (Proyek)
  • To Do List (Daftar Tugas)
  • Task (Tugas)
  • Diskusi
  • Private Message (Pesan Pribadi)
  • Target Proyek
  • Komentar
  • File Management (Manajemen Dokumen)
  • Gantt Chart
  • Kanban Board
  • Analytics

 

Dalam versi ini, anda dapat dengan bebas menggunakan platform ini tanpa dikenakan biaya selama yang anda inginkan, akan tetapi anda hanya bisa membuat 5 proyek dan 200 tugas dengan maksimal 200MB kuota per/pengguna.

Bagaimana jika ingin lebih?

Silakan hapus proyek, daftar tugas, atau tugas-tugas lama anda untuk mengurangi jumlah kuota terpakai atau anda bisa berlangganan Paket Premium kami untuk team anda /klien anda seharga 300 ribu/bulan dengan fitur:

  • Proyek yang tak terbatas
  • Tugas yang tak terbatas
  • Pengguna yang tak terbatas
  • Kuota 50GB
  • Integrasi domain anda
  • Aplikasi android
  • Aplikasi Desktop (Windows)

screenshot_42

Jika anda tertarik untuk berlangganan, silakan ajukan permohonan melalui form di dalam Platform Lembar Project.

 

Produk lainnya adalah Lembar Geo atau sering disebut GeoProject karena fungsinya yang digunakan untuk memonitor proyek dengan basis lokasi. Lembar Geo atau GeoProject diluncurkan untuk menyasar konsumen yang membutuhkan akses pengawasan terhadap proyek berbasis lokasi khususnya proyek-proyek konstruksi dan sejenisnya. Apa dan bagaimana itu GeoProject dapat dilihat dalam penjelasan dibawah ini :

Masalah utama :

  • Tidak ada sistem monitoring proyek berbasis lokasi secara realtime
  • Tidak ada sistem pelaporan informasi pekerjaan berbasis lokasi yang mudah dan efisien, banyak pelaporan proyek dilakukan melalui email & messenger yang kemudian dibuatkan laporannya secara manual

Solusi & Fitur :

  • Peta besar (Google Map) berisi jenis perkerjaan dan progresnya
  • Autodetect lokasi proyek berdasar GPS
  • Master Schedule (Jadwal)
  • Algoritma penentuan warna indikator proyek otomatis berdasarkan komparasi progres kerja & jadwal

Monitoring Proyek

  • Detail Proyek (Nama Proyek, Kontraktor, Dana, Status Pekerjaan, Status Pendanaan, Kendala, Solusi)
  • Bukti Pengerjaan (Foto, Video, File/Dokumen, Lokasi/Peta Menggunakan Google Maps)
  • Penilaian Proses & Saran (Rating, komentar)
  • Kontak (Informasi Kontak Penanggung Jawab, HP, Email (Pengiriman email bisa dilakukan melalui form langsung))
  • Proyek Terkait (Daftar Proyek Kegiatan yang terkait menurut jenis proyek)
  • Proyek Terdekat (Daftar Proyek Kegiatan yang terdekat berdasar lokasi proyek)

Cara Penyajian Informasi :

  • List/Daftar (Berbentuk daftar proyek beserta ringkasan dan foto. Dan peta proyek pada sisi kanan)
  • Grid (Berbentuk kotak-kotak berisi foto dan ringkasan proyek
  • Map (Berbentuk peta besar berisi lokasi-lokasi proyek yang dibedakan berdasar jenis proyek)
  • Peta (Umum, Satelit, Medan)
  • Tabel

Fitur Lain :

  • Dapat berkomentar pada foto yang diupload
  • Dapat menyimpan proyek di daftar proyek kesukaan
  • Dapat menunjukan arah ke lokasi proyek melalui google map
  • Dapat melampirkan file pada proyek berupa Word, Excel, pdf, zip, dan lain-lain
  • Dapat mencantumkan video melalui youtube & vimeo
  • Dasbor untuk mengatur daftar proyek kesukaan
  • Kordinator atau Pengawas Proyek bisa melakukan laporan langsung via aplikasi. Pengambilan foto, video dan laporan langsung menggunakan gadget dan otomatis mendeteksi lokasi.
  • Deteksi otomatis lokasi melalui GPS
  • Privasi & Hak akses pengguna
  • Dapat melakukan sharing proyek ke Email atau Whatsapp
  • Fitur pencarian proyek

clipboard01

clipboard02 clipboard03 clipboard04

Dengan adanya Lembar Geo atau GeoProject kita dapat mengawasi proyek yang berjalan tanpa harus datang ke lokasi. Pengawas/mandor proyek bisa melaporkan progres % pekerjaan dengan aplikasi ini dan aplikasi akan secara otomatis membandingkan progres dengan jadwal sehingga indikator akan berubah sesuai dengan hasilnya. Saat ini mendukung indikator merah untuk proyek yang telat atau mundur dari jadwal/target, kuning untuk proyek yang mendekati target dan hijau untuk proyek yang sama atau telah melebihi target yang telah ditentukan. Dengan begini akan mudah mengetahui mana proyek-proyek yang sudah selesai dan mana proyek yang belum selesai.

Saat ini selain mengandalkan laporan dari pekerja di lapangan/ mandor (pengawas) proyek, kami sedang mengembangkan realtime monitoring via CCTV dan hasil pengawasan via drone, yang dapat langsung diakses di setiap proyek. Sehingga tanpa laporan dari pekerja atau pengawas kita bisa mengetahui kondisi proyek di lapangan secara realtime hari demi hari. Hal ini memudahkan kita untuk mengawasi progres proyek tanpa harus datang ke lapangan.

Saat ini Lembar Geo belum tersedia untuk umum dan platform ini hanya bisa dipesan dengan menghubungi kami (Klik disini untuk menghubungi kami/memesan platform). Ke depan Lembar Geo akan mengikuti jejak Lembar Project yang telah mengusung SaaS (Software as A Service).

 

Memperkenalkan Lembar Social Project Management

Dibandingkan Enterprise Social Network, Project Management lebih dikenal luas management. Bahkan ada sebuatn untuk profesi Project Manager.

Mengatur dan bekerja dalam project atau proyek dalam bahasa Indonesia gampang-gampang susah. Setiap proyek biasanya terdiri dari beberapa orang atau team. Setiap orang mempunyai tugas tersendiri dan berkewajiban untuk menyelesaikan tugasnya untuk tujuan yang lebih besar yaitu penyelesaian proyek. Karena banyaknya komunikasi yang dilakukan dalam proyek seringkali kita terlupa atau tidak tahu apa yang harus kita kerjakan atau orang lain kerjakan dalam satu team, apalagi jika anggota team terdiri dari banyak orang.
Untuk itulah kita perlu sebuah alat untuk mengatur, merapikan dan mengingatkan kita tentang pekerjaan dalam proyek.
Hal itu biasanya disebut Project Management.

Dalam dunia yang sudah tergilas teknologi, pencatatan proyek di sebuah buku sangat tidak efisien bahkan menyulitkan kita untuk kolaborasi dan pelaporan progress tugas atau proyek.
Hal ini yang dibaca oleh Lembar Social sebagai media Enterprise Social Network. Seperti kita tahu ESN membantu dalam kolaborasi pekerjaan, dan salah satu yang penting adalah kolaborasi dalam proyek. Untuk itu Lembar Social memasukan Project Management sebagai paket terintegrasi bersama Event Management dan alat kolaborasi lainnya.

Apa saja yang bisa dilakukan Project Management Lembar Social ?

  • Mencatat segala aktivitas yang terjadi dalam proyek
  • Pembuatan To Do List atau daftar yang harus dilakukan
  • Pembuatan Task atau tugas perorangan
  • Memberikan tugas kepada orang atau pihak yang diberikan tanggung jawab penyelesaian tugas
  • Tracking progress dan penyelesaian tugas
  • Pencatatan waktu atau lama penyelesaian tugas
  • Memberikan target pencapaian sebuah tugas
  • Pengukuran kinerja proyek dengan Gantt Charts dan Kanban Board

Jadi masih ingin mencatat aktivitas proyek di buku??

Rencana Ke Depan Lembar Social

Lembar Social, platform SaaS (Software as a Service) yang bergerak dalam Enterprise Social Network, Project Management, Collaboration Tools dan CRM akan mencoba untuk menggarap pasar pendidikan dengan memberikan paket gratis untuk lembaga-lembaga pendidikan yang masuk kriteria dan mau bekerjasama. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kepekaan generasi muda terhadap pentingnya produktifitas dan efektifitas dalam melakukan pekerjaan di masa yang akan datang.

Manfaat lainnya adalah agar Lembar Social dapat diterima baik di masyarakat. Seperti kita tahu, pasar Indonesia masih belum terlalu paham dan mengerti tentang konsep Enterprise Social Network. Hal ini jauh berbeda dengan keadaan di negara-negara maju yang sudah tahu dan mengerti tentang konsep ESN.

Untuk mengejar ketertinggalan dengan negara-negara maju, Lembar Social secara perlahan mulai memperkenalkan konsep Enterprise Social Network di Indonesia.

Kenapa membidik pasar pendidikan?

Alasan pertama adalah misi sosial, yang kedua adalah misi marketing. Seperti kita tahu usia belajar di Indonesia masih sangat besar, sehingga jumlah pengguna yang besar dapat membuat Lembar Social dikenal luas.

Apa saja yang bisa dilakukan dengan Lembar Social di wilayah pendidikan seperti sekolah dan kampus/perguruan tinggi..?

 

Contoh pengaplikasiannya di lapangan, nanti jika mahasiswa/siswa ingin mengumpulkan tugas hanya tinggal mention
dosen/gurunya sambil meng-attach tugasnya.. atau bisa juga pakai hashtag, dosen/gurunya nya tinggal melihat hasil kiriman mahasiswa/siswa di bagian file management.. Bisa langsung dipreview dengan google docs..
Jika ada literatur, buku, atau fotokopian berisi materi atau kisi-kisi soal bisa dishare di komunitas untuk dilihat,  diimport ke google drive pribadi atau didownload langsung. Jadi tidak perlu memfotokopi materi dahulu untuk membacanya seperti yang dilakukan sebagian besar
mahasiswa. Dengan begitu bisa paperless.

Untuk jadwal kuliah atau jadwal apapun bisa dimasukan ke daftar event, supaya ketika ada jadwal kuliah, yang mempunyai smartphone bisa dialarm atau diingatkan dengan google kalender hasil integrasi Event Management.
Just like smart school and smart campus.
Selain pendidikan, kami juga tertarik untuk mengaplikasikan aplikasi dan platform kami di wilayah kota atau daerah, untuk meningkatkan
efektivitas dan produktifitas instansi-instansi pemeritahan demi mendukung smartcity atau smartvillage.

Kami yakin ke depannya Lembar Social selaku pemain Enterprise Social Network di Indonesia akan lebih dikenal luas dan membantu meningkatkan produktifitas dan efektifitas kegiatan masyarakat.

Keunikan dan Daya Saing Lembar Social, Enterprise Social Network Indonesia

Di Indonesia konsep Enterprise Social Network belum terlalu dikenal, apalagi dengan jarangnya pemain di bidang ini. Lembar Social adalah salah satu pemain Enterprise Social Network di Indonesia yang mencoba bermain di pasar lokal dan Internasional. Uniknya Lembar Social menawarkan paket Unlimited Users di setiap paket harganya. Hal ini tidak pernah di temukan dimanapun. Biasanya perusahaan dengan model SaaS yang bergerak di ranah ESN menawarkan biaya per user /bulan sehingga bagi perusahaan yang mempunyai banyak karyawan biaya bisa sangat membengkak.

Lembar Social juga mempunyai beberapa tools yang dapat membantu kolaborasi. Sebut saja Project Management, File Management, Event Management, Question & Answer, Pooling/Voting dan lain-lain. Belum lagi integrasi dengan platform populer seperti Google Docs, Drive, Calendar, dan Maps.

Lembar Social patut diperhitungkan di ranah lokal dan internasional. Beberapa kompetitor mulai bermunculan tapi mereka menawarkan harga yang tidak bersahabat. Hitungan miliar rupiah membuat banyak perusahaan berpikir 2, 3 sampai 4 kali untuk menggunakan jasa mereka. Untunglah Lembar Social hadir dengan menawarkan harga yang masih terjangkau untuk perusahaan kecil, sedang dan besar juga komunitas.

Di masa mendatang Lembar Social sedang mematangkan paket gratis untuk mendapatkan layanan ESN, tentu saja dengan fitur yang terbatas. Semoga Lembar Social bisa menjadi solusi permasalahan komunikasi dan kerjasama di dalam pekerjaan.

Lembar Social Hadirkan Solusi Bisnis Terpadu Dalam Enterprise Social Network

Kemudahan dan efisiensi yang diberikan teknologi informasi dan komunikasi untuk proses bisnis kini kian dinikmati. Mulai dari teknologi untuk kolaborasi antar tim, pengelolaan proyek hingga sistem analisis konsumen. Melihat potensi tersebut, startup asal Purwokerto meluncurkan sebuah paket terpadu untuk solusi bisnis dinamakan Lembar Social. Memiliki platform dasar Enterprise Social Network, produk ini dikemas dalam model Software as a Services (SaaS), sehingga pengguna dapat memanfaatkan produk tersebut dengan berlangganan.

Selain menghadirkan layanan komunikasi dan kolaborasi dalam Enterprise Social Network, Lembar Social juga mengintegrasikan sistem tersebut dengan Project Management untuk mengelola proyek, tugas dan berkas yang berkaitan dengan proses bisnis. Tidak hanya itu, layanan Customer Relationship Management (CRM) juga turut dihadirkan di dalamnya untuk mengakomodir berbagai kebutuhan analisis dan komunikasi dalam kaitannya dengan konsumen.

Disampaikan oleh Asep Darmawansyah selaku Founder Lembar Social bahwa produk utama startupnya terinspirasi dari sistem manajemen proyek asing bernama Basecamp. Asep juga menuturkan bahwa sistem yang ia kembangkan memiliki perbedaan dari sisi model bisnis dan fitur.

“Kami tahu sebuah bisnis akan terus berkembang dan menjadi besar di masa yang akan datang, sehingga kami memasukan unlimited users ke dalam semua paket harga. Dengan ini bisnis tidak perlu membayar lagi ketika anggota mereka bertambah. Selain itu keleluasaan tersebut juga berlaku di Project Management. Tidak seperti Basecamp yang membatasi jumlah proyek per paket, kami menawarkan unlimited projects. Artinya pengguna bisa membuat berapapun proyek yang akan dikelola. Hal ini berlaku juga untuk semua fitur, yang membatasi dalam paket kami hanya storage dan bandwith.”

Selain itu Lembar Social juga diintegrasikan dengan beberapa produk pihak ketiga yang populer digunakan dalam bisnis. Seperti contohnya adanya integrasi dengan Google Docs yang memungkinkan pengguna mudah mengelola dokumen secara online. Selain itu Asep juga menyampaikan cara baru dalam berbagai dan berkolaborasi dalam sebuah dokumen.

“Ketika pengguna mencoba mengirim suatu berkas proses yang ada seperti layaknya Twitter. Pengguna hanya perlu melakukan mention kepada orang bersangkutan dan memilih untuk siapa informasi itu dikonsumsi. Pengguna bisa melampirkan hampir semua jenis berkas (dokumen maupun non-dokumen). Jika menginginkan hanya penerima yang di-mention yang bisa melihat dan mengakses berkas, pengguna hanya perlu merubah setelan privasi.”

Lembar Social menyadari bahwa bisnis begitu aware dengan keamanan data. Untuk meyakinkan konsumen, SSL (Secure Sockets Layer) telah dipasangkan di seluruh jalur situs Lembar Social. Server di pusat data berplatform Softlayer dari IBM dipilih karena dinilai memiliki skalibilitas dan level ketersediaan yang mumpuni untuk kebutuhan hardware. Mengingat banyak bisnis yang membutuhkan solusi khusus menyesuaikan proses yang ada, untuk paket Enterprise atau di atasnya Lembar Social juga menyediakan layanan kustomisasi.

Dalam kaitannya dengan manfaat Enterprise Social Network untuk mendorong proses bisnis, Asep menuturkan:

“Salah satu aspek yang telah berubah selama bertahun-tahun adalah bagaimana informasi dikonsumsi dan dibagi. Tidak ada perusahaan bisa hidup tanpanya. Titik. Apakah itu informasi pekerjaan, informasi pesaing, informasi acara, jadwal, berita perusahaan, pengetahuan dan kepentingan pribadi karyawan, dll. Ini adalah hal yang berharga untuk perusahaan dari semua ukuran, kecil ataupun besar. Intranet tradisional dianggap telah gagal, Enterprise Social Network, telah menjadi salah satu solusi media bagi karyawan untuk mencari dan berbagi informasi. Jadi jika berkaitan dengan informasi, Enterprise Social Network sangat efektif dan setiap perusahaan dapat menemukan beberapa nilai di dalamnya berdasarkan berapa banyak karyawan yang berpartisipasi.”

Berbicara tentang pangsa pasar, Lembar Social saat ini juga mentargetkan bisnis lokal karena dianggap memiliki potensi yang sangat besar, terlebih belum adanya pemain lokal yang menonjol dan mendominasi produk ini. Sebagai salah satu langkah penjajakan pasar Lembar Social juga memberikan akses gratis untuk kepentingan komunitas dan pendidikan. Yang paling menarik justru adanya komitmen tim Lembar Social untuk membantu pengguna menerapkan solusinya dengan skenario yang tepat. Banyak hal yang bisa dilakukan dengan Enterprise Social Network, namun efisiensi hanya akan terlahir pada cara penggunaan yang tepat.

Lembar Social didirikan didasarkan pada pengalaman Asep ketika menjadi CTO di sebuah perusahaan. Melihat kompleksitas proses bisnis yang harusnya bisa disederhanakan ia menginisiasi sebuah solusi digital terpadu untuk bisnis sebagai sebuah startup. Asep sangat yakin dengan produknya, bahkan ketika menanggapi gempuran platform messenger ala WhatsApp atau Slack yang banyak digunakan untuk komunikasi bisnis.

“Dibanding WhatsApp atau Slack fungsi kami sama tapi berbeda. Whatsapp tidak dapat menglampirkan berkas, Slack tidak mempunyai file management untuk kemudahan pengelolaan berkas, mereka lebih cocok ke aplikasi chating yang efektif dengan jumlah pengguna sedikit. Ketika pengguna banyak bisa dibayangkan bagaimana bentuk percakapannya. Dan lagi mereka tidak mempunyai fitur-fitur seperti event management, project management, file managementyang langsung terintegrasi tanpa harus mempunyai akun di tempat lain.”

Sumber: Daily Social

Launch our service

Horaayyy, finally we launch our services